Pacaran itu ngak mungkin mulus-mulus aja. Kadang bisa asin
melebihi garam, pedas saingan cabai, tapi bisa saja manis melebihi gula, tapi
tetap ngak bakalan diabetes :D. cinta yang seperti ini jangan sekali-kali di bikin
panas, karna kalau udh panas cinta ini akan renyah, gurih, terus mudah hancur.
Kadang pertikaian besar perlu dalam suatu hungan, tapi kalau
keseringan kalian akan kesambet rasa jenuh dan bosan yang akut. Tapi kalau
sepasang pasangan tau meletakkan di tempat posisinya mka mereka akan berlanjut
ke posisi di mana indahnya baikan.
Kena dan Rangga adalah pasangan yang terjebak dalam cinta
seumuran, pemikiran yang belum bisa diajak kompromi, permasalahan yang belum
bisa di selesaikan dengan bijaksana, apalagi masalah perasaan mereka masih
bnyak terjadi kesalahpahaman dalam menilai pasangannya satu sama lain.
Awalnya rangga adalah sosok yang humoris dan penceria, suara
yang bagus memikat hati kena kedalam cinta. Rangga yang belum begitu mengenal
kena juga sebaliknya tetapi ingin mencoba hati menghadirkan rasa. Rangga yang satu
bulan penuh mengisi hari bersama kena terasa wanita itu menjadi suat hal yang utuh
menjadi miliknya. Rangga tak ingin apa yang menjadi miliknya menjadi milik yang
lain juga. Akhirnya rangga memustuskan
untuk memantapkan diri mengungkapkan
benalu yang ada di hatinya.
Kena pov : ini bukan jawaban yang mudah untuk aku lontarkan,
aku yang sudah lama memutuskan untuk tidak mengenal cinta sebelum saatnya tiba.
Cinta bagi aku bukan hanya masalah status yang menyatukan dua insan muda, bukan
hanya pelengkap hidup semata. Ungkapan rangga betul-betul selaksa mencabik hati
ini memaksa diriku untuk kembali membukanya. Oh apa yang terjadi. Ataukan ini
yang namanya jatuh cinta lagi. Aku yang tidak angin memikirkan hal itu akhirnya
memutuskan untuk menjauhkan sebuah alat komunikasi canggih itu dari genggaman
ku. Aku mulai menyibukkan diri dengan berbagai hal lain. Tepi pernyataan rangga
benar-benar menghantuiku. Akhirnya aku melayangkan sebuah balasan pesan singkat
untuknya
Kena : “ beri aku waktu, aku akan menjawabnya malam nanti”
Drett.. alat itu kembali bergetar
Rangga : “jangan memaksakan dirimu, kau bisa menjawab kapan
yang kamu mau”
Matahari mulai menyelimuti dirinya dengan awan seakan
menenggelamkan diri kedalam air bergelombang. Sebuah pesan untuk kena yang
terasa menampar dirinya agar segera menjawab apa yang sebenarnya dia rasa.
Rangga : kena
Kena : iya rangga, aku akan mulai menyatukan apa yang
sebenarnya kamu rasa dengan yang aku
rasa. Aku tak tau pasti tentang isi hatimu, namun aku tau pasti tentang isi
hatiku. kau juga harus tau hatiku belum
terlalu pulih dari masalalu. Jawab kena mantap
Rangga sepertinya mengerti dengan jawaban kena, bukan
masalah baginya. Mereka terus melanjutan perbincangan menghancurkan
benteng jarak yang menghalangi mereka
untuk saling terbuka.
Beda dengan kena. Sosok wanita yang tak ada orang asing
baginya, sehingga wanita ini memiliki banyak teman. Tidak ada bedanya bagi
kena. Dia tak hanya akrab dengan wanita, bahkan baginya berteman dengan lelaki
membuatnya jauh lebih nyaman. Dengan berbagai alasan kena mencoba membuat
rangga mengerti agar tak ada kesalahpahaman kedepannya. Sampai saat inipun
rangga belum merasa kejanggalan.
Rangga yang begitu menyayangi kena.menruti kemauannya, Kabar yang selalu dia berikan, perhatian
penuh, aturan yang dia terapkan untuk sebuah perasaan takut kehilangan. Kena
benar-benar bodoh, kebiasaan buruknya adalah besar kepala dengan yang semua dia
dapatkan. Sikap kena yang terus menjadi-jadi, tidak ada hal special untuk
rangga. Dia beranggapan sama, kena memperlakukan teman prianya sama dengan
rangga. Tidak. Sebenarnya bukan ini bukan yang kena mau. Ini bukan sekali dua
kali. Bahkan rangga sudah pernal mempermasalahkannya. Tapi nihil kena malah
merasa senang di cemburui rangga.
Jauh, sekarang benar-benar jauh berbeda. Rangga yang dulu
sudah tak tau di mana. Hari demi hari membuat hati rangga benar-benar sakit.
Sakit itulah yang menyumblap sikap
rangga menjadi benar-benar dingin. Ini bukan masalah waktu dalam hubungan yang
sudah sedikit berjalan lama. Tapi ini benar-benar karena sikap kena. Kena
benar-benar bodoh dengan ketidaksadarannya. Hingga akhirnya sebuah kehilangan
menampar keras dirinya,sakitnya merasuk ke otak dengan denyutan keras, hati
yang begitu sesak. Membuat kena berkorban untuk segala kesalahannya. Namun dia
tidak menumukan rangga yang dulu.
Rangga yang sekarang benar-benar cuek dalam hubungan. Tak
ada lagi keromantisan, tak ada lagi pujian, kabar yang sekali-kali ia lupa
berikan. Bnyak kesalahpahaman kini yang terjadi. Rangga yang tidak pernah
mengalah lagi, rangga y ang penyabar pun berubah menjadi sosok emosional. Kena
sekarang betul-betul mendapat hukumannya, perubahan yang benar-benar drastis.
Lebih sering dalam kesendirian, tak ada kecerian tambahan, tak ingin berbagi
cerita. Karena itu pernah di coba dan tak ada hasil apa apa membuat rangga yang
dulu kembali. Ribuan masalah mereka lalui, Ranggapun seperti tak ada rasa rindu untuk kena, rangga mulai
nyaman untuk tidak berkomunikasi . kena betul-betul kehabisan cara.
Setelah di usut. sekin lamanya hubungan yang tetap bertahan
walau hanya sedikit kemungkinan. Malam itu adalah pertikaian besar .perang
dunia kembali di mulai, kena tak tahan dengan yang rangga lakukan. Bahkan kena
yang mengubah cara menjadi memaki rangga, ranggapun tetap cuek. Kena
benar-benar sedang di kutuk. Hingga isak kecil terdengar di pendengaran rangga,
butiran berbentuk cairan jatuh dari ketingian satu meter membasasi bantal yang
berada di pangkuan kena. Isak itu semakin jelas di dengar rangga. Rangga
terdiam dengan seribu bahasa, sungguh rangga menyayangi kena, sangat
menyayanginya, si makhluk bodoh itu. Kena terus mengungkapkan rasa sakitnya,
berbicara pelan, kadang di gebu, kadang menghalus kadang dengan suara tinggi,
hingga kena terhanyut dalam kelelahan nya.rangga tetap terdiam. Ada cak sakit
di kerongkongan kena selaksa menelan kericil seukuran gepal,
Kena pov : ga aku benar-benar kau sakiti, aku harus
bagaimana, aku sudah pernah mencoba meningalkanmu tetapi aku sendiri yang
kembali padamu. Kapan ini akan berakhir ga, aku lelah, bahkan hati ini tak tau
harus mengeluh apa lagi menjelaskan sakit yang aku rasa, ga tolong mengertilah.
Jelas kena beronta dalam hati ingin semua sakit ini hanya mimpi.
Akhirnya rangga
membuka suara yang sedari tadi di kunci. Butiran cair yang dia sembunyikan
hanya terbendung dielopak mata bawahnya.
“kena aku juga sudah pernah di posisimu”
Sangat singkat hingga membuat kena semakin geram dan kembali
mengoceh dalam isak tangisnya.
Rangga : “ apa yang kamu rasa adalah yang aku rasakan dulu.
Jauh sebelum kau menghargai perasaan ku”
Kena terdiam hingga membuat rangga mengutuk diri, menyakiti
wanita yang masih sangat dia sayangi. Bahkan perasaannya dulu masih sangat
sama, tak ada yang berbeda atau sengaja ia hilangkan.Ranggga sungguh tak suka
mendengar isak itu, apalagi kalau harus menyaksikan butir indah itu jatuh dari
mata kena. Berbagai cara ia lakukan untuk membuat kena berhenti. Tapi tak ada
hasil karna yang kena mau rangga berjanji untuk hadir sebagai rangga yang dulu.
Tak ada pilihan lain, rangga yang sebenarnya juga tak ingin hal ini terjadi.
Akhirnya rangga mengalah dengan syarat
kena tidak boleh melakukan kesalahan fatal itu lagi. Kena tersenyum lega
membuat rangga mengejeknya. Senyuman konyol kena yang menandakan dia menyutui
apapun untuk syarat mengakhiri hukumannya itu. Hanya cekukan yang terdengar
saat ini menjadi bahan tertawaan rangga dan kena mati matian.
Tinggalkan
jejak, kritik dan saran biar tambah semangka, sengaja ngak di bikin terlalu
baper karna kalau di lebih-lebihkan takutnya alay J